Atasi Pengangguran di Batam, Anggota DPRD Kepri Aman Fasilitasi Pelatihan K3 untuk Anak Muda

Atasi Pengangguran di Batam, Anggota DPRD Kepri Aman Fasilitasi Pelatihan K3 untuk Anak Muda

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Aman, S.Pd, MM, menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya angka pengangguran di Kota Batam yang dinilai berdampak pada meningkatnya persoalan sosial di kalangan generasi muda.

Menurutnya, kondisi pengangguran yang tinggi kerap berkaitan dengan munculnya berbagai persoalan seperti kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, hingga aksi geng motor yang mayoritas melibatkan anak muda.

Melihat kondisi tersebut, Aman menghadirkan solusi melalui fasilitasi Pelatihan K3 Teknisi Scaffolding bagi pencari kerja di Kota Batam. Salah satu pelatihan digelar di King’s Hotel Batam pada September 2025 lalu.

Pelatihan K3 Bekali Peserta dengan Kompetensi Kerja

Pelatihan K3 Teknisi Scaffolding tersebut diikuti sebanyak 20 peserta dan berlangsung selama 10 hari. Materi yang diberikan meliputi teori, praktik lapangan, hingga evaluasi penempatan kerja.

Melalui program ini, peserta dibekali kemampuan merencanakan, memasang, mengawasi, serta membongkar scaffolding sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Setelah dinyatakan lulus, peserta mendapatkan sertifikat resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang diakui secara nasional. Selain itu, para peserta juga difasilitasi penyaluran kerja ke sejumlah perusahaan industri di Batam.

“Ada beberapa peserta pelatihan yang kemudian disalurkan ke PT SMOE Batam dan perusahaan-perusahaan lainnya,” ujar Aman yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepri.

Arus Migrasi ke Batam Jadi Tantangan Ketenagakerjaan

Aman menjelaskan, isu ketenagakerjaan menjadi salah satu fokus perhatiannya di DPRD Kepri. Ia menyoroti tingginya arus migrasi ke Batam yang turut memengaruhi kondisi ketenagakerjaan di daerah tersebut.

Menurutnya, banyak masyarakat dari berbagai daerah datang ke Batam untuk mencari pekerjaan dan kemudian menetap, bahkan mengganti identitas kependudukan menjadi KTP Batam.

“Besarnya arus migrasi ke Batam ini harus menjadi perhatian, karena jika tidak diantisipasi dan dicarikan solusi, bisa berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran dan kriminalitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Batam, menjadi salah satu destinasi utama migrasi di Indonesia karena statusnya sebagai kawasan industri dan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kepri, jumlah pengangguran di Kepri mencapai 76,16 ribu orang atau sebesar 6,87 persen pada Februari 2026.

Tingginya angka tersebut dinilai menjadi tantangan bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *