Kepengurusan Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kepulauan Riau periode 2021–2026 segera berakhir.
Seiring semakin dekatnya pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil), dinamika organisasi mulai menghangat dengan munculnya sejumlah nama yang dinilai berpeluang memimpin MW KAHMI Kepri untuk lima tahun ke depan.
Muswil merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat wilayah yang tidak hanya menjadi ajang evaluasi kepengurusan, tetapi juga menentukan arah dan kepemimpinan KAHMI Kepri pada periode berikutnya. Karena itu, proses pemilihan Ketua Umum dipandang sebagai momentum strategis untuk memastikan organisasi mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Sejauh ini, sedikitnya empat alumni terbaik HMI dari berbagai latar belakang profesi mulai ramai diperbincangkan di kalangan alumni. Mereka berasal dari unsur pemerintahan, legislatif, hingga akademisi, yang dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman kepemimpinan untuk membawa KAHMI Kepri semakin maju.
Mantan Ketua Umum HMI Cabang Batam, Andre Fitri Yanto, mengatakan Muswil KAHMI Kepri merupakan momentum penting bagi seluruh alumni HMI untuk melakukan refleksi terhadap peran organisasi, baik dalam memperkuat konsolidasi internal maupun meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Sebagai wadah berhimpunnya para alumni HMI, kami berharap KAHMI Kepri terus menjadi jembatan nilai-nilai Islam *rahmatan lil ‘alamin*, intelektualitas, serta kepemimpinan yang berintegritas untuk Kepri,” ujar Andre, Minggu (5/7/2026).

Pandangan serupa disampaikan alumni HMI di Bintan, Hos Arie Sibarani. Menurutnya, munculnya sejumlah nama dalam bursa calon Ketua Umum mencerminkan tingginya antusiasme alumni untuk terus berkontribusi dalam memperkuat posisi strategis KAHMI di Kepri.
“Siapa yang nantinya paling siap dan layak memimpin, biarlah menjadi keputusan bersama para utusan Majelis Daerah KAHMI se-Kepri,” ujarnya.
Adapun sejumlah nama yang saat ini banyak diperbincangkan sebagai calon Ketua Umum MW KAHMI Kepri periode lima tahun mendatang adalah:
1. Dr. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si.
Amsakar Achmad merupakan alumni HMI Komisariat Universitas Riau dan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Daerah KAHMI Kota Batam periode 2021–2026. Di pemerintahan, ia mengemban amanah sebagai Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Pengalaman memimpin pemerintahan daerah serta jaringan yang luas di tingkat birokrasi dan dunia usaha menjadi modal penting apabila dipercaya memimpin KAHMI Kepri. Posisi tersebut dinilai dapat memperkuat sinergi organisasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong program pemberdayaan umat dan pembangunan daerah.
Di sisi lain, padatnya tanggung jawab sebagai kepala daerah menjadi tantangan tersendiri. Kepemimpinan di KAHMI membutuhkan waktu, konsolidasi, dan komunikasi yang intensif sehingga kemampuan membagi fokus menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
2. Dr. Ade Angga, S.IP., M.M.
Ade Angga merupakan alumni HMI Komisariat Universitas Riau dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang. Ketua DPD Partai Golkar Kepri ini juga pernah memimpin Majelis Daerah KAHMI Tanjungpinang selama dua periode.
Berbekal pengalaman panjang di dunia politik dan organisasi, Ade Angga dinilai memiliki kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok serta memahami dinamika pembangunan daerah di Kepri. Pengalamannya dalam memimpin organisasi alumni juga menjadi nilai tambah dalam memperkuat konsolidasi internal KAHMI.
Namun, sebagai politisi aktif, ia juga menghadapi tantangan untuk menjaga independensi organisasi agar tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni HMI tanpa dipengaruhi kepentingan politik praktis.
3. Aman, S.Pd., M.M.
Aman merupakan alumni HMI Komisariat IKIP Surabaya, yang kini telah menjadi Universitas Negeri Surabaya. Saat ini ia menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Kepri.
Mantan Anggota DPRD Kota Batam selama dua periode tersebut dikenal aktif menyuarakan berbagai isu pendidikan, ketenagakerjaan, dan pelayanan publik. Pengalaman legislatif yang dimilikinya dinilai dapat memperkuat peran advokasi KAHMI dalam memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan pembangunan di daerah.
Di sisi lain, statusnya sebagai Sekretaris DPW PKB Provinsi Kepri juga menuntut kemampuan menjaga KAHMI tetap inklusif, independen, dan mampu merangkul seluruh elemen alumni yang memiliki latar belakang politik berbeda.
4. Dr. Suryadi, S.P., M.H.
Suryadi merupakan alumni HMI Komisariat Universitas Islam Sumatera Utara. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sekaligus Ketua Umum MW KAHMI Kepri periode 2021–2026.
Sebagai petahana, Suryadi memiliki pengalaman memimpin organisasi serta memahami kebutuhan internal KAHMI Kepri. Latar belakang akademisi juga dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat program kaderisasi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan tradisi intelektual di lingkungan KAHMI.
Apabila kembali maju pada Muswil mendatang, tantangan utamanya adalah menghadirkan gagasan dan terobosan baru agar kepemimpinan periode berikutnya mampu menjawab perkembangan organisasi dan kebutuhan alumni yang semakin dinamis.
Andre menilai keempat figur tersebut merepresentasikan kekayaan sumber daya manusia yang dimiliki KAHMI Kepri. Perbedaan latar belakang profesi menunjukkan bahwa organisasi memiliki banyak kader potensial yang siap memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
Menurutnya, yang terpenting dalam Muswil bukan semata-mata siapa yang terpilih sebagai Ketua Umum, melainkan bagaimana kepemimpinan baru mampu memperkuat soliditas antaralumni, mampu menjaga keberlangsungan kaderisasi HMI, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan Kepri.
“Dalam Muswil KAHMI Kepri mendatang, yang terpenting bukan siapa yang terpilih, melainkan bagaimana kepemimpinan baru mampu memperkuat silaturahmi antaralumni HMI, mendorong kontribusi nyata organisasi bagi pembangunan Kepri, dan menjaga keberlangsungan kaderisasi HMI,” tutup Andre. (*)
