Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Aman, S.Pd., M.M., menyayangkan lambatnya pembangunan gedung sekolah baru SMKN 13 Batam di Kecamatan Bengkong dan SMKN 14 Batam di kawasan Tanjunguncang.
Keterlambatan tersebut berdampak pada siswa baru yang terpaksa menumpang belajar di sekolah lain karena gedung sekolah belum siap digunakan.
Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kepri itu menilai pembangunan kedua sekolah seharusnya sudah bisa dimulai sejak awal tahun 2026, mengingat anggaran pembangunan telah dialokasikan dalam APBD tahun berjalan.
“Seharusnya pada Februari atau Maret 2026 pembangunan sudah dimulai, sehingga saat SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) dibuka, gedung sekolah dan ruang kelas sudah siap digunakan. Namun hingga sekarang pembangunan belum juga dimulai sehingga siswa baru harus menumpang di sekolah lain,” ujar Aman.
Meski gedung sekolah belum tersedia, SMKN 13 Batam dan SMKN 14 Batam tetap membuka penerimaan murid baru pada tahun ajaran 2026/2027 dengan satu program keahlian, yakni Teknik Pengelasan.
Berdasarkan data SPMB Kepri 2026, SMKN 13 Batam telah menerima 102 pendaftar, sementara SMKN 14 Batam mencatat 17 pendaftar. Mayoritas calon siswa mendaftar melalui jalur domisili dan prestasi.
Aman menegaskan bahwa DPRD Kepri bersama Pemerintah Provinsi Kepri telah menyetujui anggaran pembangunan kedua sekolah tersebut. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Kepri segera mempercepat proses pembangunan agar siswa tidak terlalu lama numpang belajar di sekolah lain.
“Kami meminta pembangunan sekolah baru ini dipercepat untuk mempersingkat masa siswa menumpang belajar. Apalagi anggaran pembangunan sekolah ini tidak berkaitan dengan persoalan tunda bayar,” tegasnya.
Menurut Aman, pembangunan SMKN 13 dan SMKN 14 merupakan bagian dari upaya pemerintah menjawab tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi di Kota Batam.
Ia mengaku selama masa reses dan kunjungan ke masyarakat, banyak warga di kawasan Bengkong dan Batuampar yang menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan SMK Negeri di wilayah tersebut.
Selama ini, lulusan SMP di kawasan Bengkong harus mendaftar ke SMKN yang lokasinya cukup jauh dari tempat tinggal mereka karena belum tersedia sekolah kejuruan negeri di wilayah tersebut.
“Aspirasi masyarakat inilah yang kami perjuangkan sehingga akhirnya SMKN 13 Batam dapat dibuka. Harapannya anak-anak di Bengkong dan Batuampar memiliki akses pendidikan vokasi yang lebih dekat dan terjangkau,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, menyampaikan bahwa pembangunan SMKN 13 Batam dan SMKN 14 Batam telah dianggarkan sebesar Rp10 miliar.
Masing-masing sekolah mendapatkan alokasi anggaran Rp5 miliar untuk pembangunan fasilitas tahap awal yang mencakup enam ruang kelas baru, ruang majelis guru, serta ruang kepala sekolah.
“Masing-masing sekolah anggarannya Rp5 miliar, terdiri dari enam ruang kelas baru termasuk ruang majelis guru dan kepala sekolah,” ujar Andi Agung saat rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Kepri pada 2 Juni 2026.
Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan pembangunan kedua sekolah baru tersebut dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026 sehingga dapat mendukung peningkatan daya tampung pendidikan vokasi di Kota Batam pada tahun-tahun mendatang. ***
